Kabar Gembira untuk 33 Juta Warga, Bantuan Beras 10 Kg Ditambah Tiga Kali pada 2026, Ini Jadwalnya

gambar-user/kxcc90qjqiXwMEF3hLEO1SiFWDeIvyKizyozEovq.webp
Ari Suryanto - Kamis, 11 Jun 2026 - 08:52 WIB
Pemerintah salurkan bantuan beras tiga kali pada 2026 untuk 33,2 juta KPM demi antisipasi kemarau dan kenaikan harga.
Pemerintah salurkan bantuan beras tiga kali pada 2026 untuk 33,2 juta KPM demi antisipasi kemarau dan kenaikan harga. - Bakom/Kemenko Pangan

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Penyaluran bantuan pangan beras pada 2026 dipastikan bertambah menjadi tiga kali dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM) di tiap tahap.

Kebijakan itu diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Program tersebut menyasar sekitar 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia dengan kebutuhan beras mencapai sekitar 1 juta ton untuk tiga kali distribusi.

Zulkifli Hasan mengatakan langkah itu diambil untuk mengantisipasi musim kemarau sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Advertisements

"Melihat juga nanti akan masuk musim kemarau dan melihat perkembangan terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun," ujar Zulkifli Hasan, Rabu, 10 Juni 2026.

"Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah," lanjutnya.

"Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," tambah Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan beras tahap pertama akan dimulai pada Juli 2026.

Advertisements

Dua tahap berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi musim paceklik dan perkembangan situasi pangan nasional.

"Sebanyak tiga kali, atau untuk 3 bulan, 10 kilo kali 33,2 juta," kata Zulkifli Hasan.

"Jadi kurang lebih satu juta ton," sambungnya.

"Ini agar hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun," tegasnya.

Advertisements

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat.

"Badan Pangan Nasional tentu mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat," ujar Ketut.

"Bantuan pangan menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat tetap terlindungi," lanjutnya.

Advertisements

Sebelumnya, program bantuan pangan 2026 telah berjalan melalui penyaluran berbagai komoditas pangan.

Hingga 9 Juni 2026, realisasi bantuan pangan periode Februari-Maret 2026 telah mencapai 62,16 persen atau sekitar 20,6 juta KPM.

Pada periode tersebut, masyarakat penerima manfaat telah menerima 413.300 ton beras dan 82.600 kiloliter minyak goreng.

Tambahan penyaluran bantuan beras ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

Advertisements

Langkah tersebut dilakukan melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah serta stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Pemerintah juga menjalankan berbagai intervensi terhadap komoditas pangan strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Dengan tambahan bantuan beras tiga kali pada 2026, pemerintah berharap masyarakat rentan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok.

Kebijakan itu juga diharapkan melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga dan potensi gejolak ekonomi pada masa mendatang.

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements